Pelantikan ISMI DKI Jakarta, Ilham Habibie: Pengusaha Harus Menangkap Peluang Global di Tengah Tekanan Ekonomi
JAKARTA, BeritaPertiwi.com – Pengurus Wilayah Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) DKI Jakarta periode 2026–2031 resmi di lantik di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/7/2026). Kepengurusan yang di pimpin Rhesa Yogaswara itu membawa visi memperkuat ekonomi hijau, mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global.
Baca Juga | Film Jejak Arwah Rumah Belanda Paling Terhoror
Pelantikan tersebut di hadiri Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat (MPP) ISMI Dr.-Ing. H. Ilham Akbar Habibie, MBA, jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengurus ISMI dari berbagai wilayah, serta kalangan pelaku usaha.
Posisi Jakarta Sebagai Pusat Ekonomi
Dalam sambutannya, Ilham Akbar Habibie menekankan bahwa posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional harus menjadi modal bagi ISMI untuk memperluas jejaring usaha hingga tingkat internasional. Menurut dia, pengusaha tidak cukup hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi juga perlu membaca peluang yang berkembang di berbagai negara.
“ISMI harus menjadi organisasi yang kuat di Jakarta. Pengusaha ISMI harus mampu melihat peluang di negara lain, termasuk Jerman. Jakarta memiliki hubungan sister city dengan Berlin yang selama ini membuka ruang kerja sama, termasuk pertukaran warga setiap tahun untuk saling mempelajari perkembangan kota, salah satunya dari aspek ekonomi,” ujar Ilham.

Hubungan Antarkota
Ia menilai hubungan antarkota tersebut dapat di manfaatkan sebagai pintu masuk bagi pelaku usaha untuk membangun kemitraan, memperluas akses pasar, hingga meningkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global.
Sementara itu, Ketua PW ISMI DKI Jakarta Rhesa Yogaswara mengakui bahwa dunia usaha saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Perlambatan ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat menjadi persoalan yang di rasakan banyak pelaku usaha.
Perubahan Strategi Agar Tetap Kompetitif
Menurut Rhesa, kondisi tersebut menuntut para pengusaha untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga melakukan perubahan strategi agar tetap kompetitif.
“Situasi ekonomi memang sedang tidak mudah. Daya beli masyarakat sedang menghadapi tekanan. Karena itu, pengusaha harus mampu bertahan sekaligus berubah. Adaptasi menjadi kunci agar usaha tetap tumbuh di tengah perubahan kondisi ekonomi,” kata Rhesa.
Kepengurusan ISMI DKI Jakarta Periode 2026–2031
Ia mengatakan kepengurusan ISMI DKI Jakarta periode 2026–2031 akan mendorong berbagai program yang berorientasi pada penguatan ekonomi hijau, peningkatan kapasitas UMKM, pengembangan kewirausahaan, serta kolaborasi dengan pemerintah dan dunia industri.
Menurutnya, transformasi tersebut di harapkan dapat memperkuat kontribusi pelaku usaha Muslim terhadap pembangunan ekonomi Jakarta yang berkelanjutan.
Anggota ISMI Jakarta, Muhammar Amin
Pada kesempatan yang sama, anggota ISMI DKI Jakarta sekaligus dosen Program Magister Manajemen Universitas Islam Jakarta, Muhammar Amin, menilai tantangan ekonomi saat ini justru harus menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk melakukan inovasi.
Ia mengatakan keberhasilan sebuah perusahaan sangat bergantung pada kemampuan membaca perubahan pasar dan merespons kebutuhan konsumen secara cepat.
Wawasan Yang Luas Dan Kemampuan Berinovasi
“Pengusaha harus memiliki wawasan yang luas dan kemampuan berinovasi untuk melihat peluang ekonomi yang muncul. Minimal harus ada perubahan dalam strategi marketing mix di perusahaan agar tetap relevan dengan perubahan perilaku pasar,” ujar Muhammar.
Menurut dia, inovasi tidak selalu berarti menciptakan produk baru, tetapi juga dapat dilakukan melalui penyesuaian strategi pemasaran, pengembangan layanan, pemanfaatan teknologi digital, hingga memperkuat nilai tambah produk agar memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Momentum Konsolidasi Organisasi
Pelantikan Pengurus Wilayah ISMI DKI Jakarta periode 2026–2031 di harapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat peran pelaku usaha Muslim di Ibu Kota. Di tengah dinamika ekonomi global, organisasi tersebut berupaya mendorong lahirnya pengusaha yang adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan peluang kerja sama internasional sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional.







