RANS Entertainment Bidik Dana Rp429 Miliar Lewat IPO, Pakar: Diversifikasi Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis
JAKARTA — PT RANS Entertainment Indonesia Tbk Perusahaan media dan hiburan yang di dirikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Perusahaan ini bersiap mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), perseroan menargetkan penghimpunan dana hingga Rp429,25 miliar.
Baca Juga | Arwah Legong Menjadi Film Yang Sangat Di Nantikan Di Bioskop
RANS Menawarkan Sebanyak 2,525 Miliar Saham Baru
Berdasarkan prospektus ringkas yang di terbitkan pada Selasa (23/6/2026). RANS menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal di tempatkan. Saham ini juga di setor penuh setelah IPO. Harga saham di tawarkan pada kisaran Rp135 hingga Rp170 per saham.
Dana hasil penawaran umum tersebut akan di gunakan untuk mendukung sejumlah ekspansi bisnis. Bisnis antara lain pembangunan wahana edukasi dan hiburan Cipungland, penyelenggaraan konser, pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Selain itu, Ekspansi dengan akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia, hingga pelunasan sebagian pinjaman perbankan.

Muhammar Amin Mewaspadai Figur Rans
Pengamat Manajemen Keuangan Muhammar Amin
Pengamat manajemen keuangan, Muhammar Amin, menilai langkah RANS melantai di bursa merupakan strategi yang lazim di lakukan perusahaan yang ingin memperoleh sumber pendanaan jangka panjang sekaligus memperkuat struktur permodalan.
Muhammar Amin yang meraih gelar doktor dari Universitas Trisakti, saat ini tengah menempuh pendidikan doktor kedua di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, serta baru menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum, mengatakan bahwa keputusan IPO memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperluas skala bisnis tanpa terlalu bergantung pada pembiayaan berbasis utang.
IPO Meningkatkan Daya Saing
“IPO merupakan instrumen yang dapat memperkuat struktur modal perusahaan. Dengan tambahan modal dari pasar, perseroan memiliki ruang lebih besar untuk melakukan ekspansi dan meningkatkan daya saing,” ujar Muhammar kepada BeritaPertiwi.com, Rabu (24/6/2026).
Menurut dia, alokasi dana IPO yang di arahkan untuk pengembangan bisnis hiburan, konser, teknologi kecerdasan buatan, dan wahana keluarga menunjukkan upaya di versifikasi sumber pendapatan perusahaan.
Tingginya Ketergantungan Terhadap Figur Raffi Ahmad Dan Nagita
“Ini menjadi langkah yang positif. Dalam manajemen keuangan modern, di versifikasi usaha penting agar perusahaan tidak bergantung pada satu sumber pendapatan semata,” katanya.
Namun, Muhammar mengingatkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang di hadapi RANS adalah tingginya ketergantungan terhadap figur Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai pusat ekosistem bisnis perusahaan.

Muhammar Amin Mewaspadai Figur Rans
Pengaruh Signifikan Terhadap Kinerja Usaha.
Prospektus perseroan sendiri mengakui bahwa keterlibatan pasangan tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja usaha. Apabila terjadi penurunan aktivitas maupun gangguan reputasi, kondisi tersebut dapat berdampak pada pendapatan dan kondisi keuangan perusahaan.
“Brand Raffi Ahmad merupakan aset yang bernilai tinggi. Akan tetapi, dalam perspektif tata kelola perusahaan dan manajemen risiko, ketergantungan yang terlalu besar kepada figur tertentu dapat menjadi risiko yang perlu di kelola secara hati-hati,” ujar Muhammar.
Ia menilai perusahaan perlu terus memperkuat intellectual property (IP), memperluas jaringan distribusi konten, serta menciptakan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan agar tidak hanya bertumpu pada popularitas individu.
Laba Tahun Berjalan Juga Mengalami Penurunan 41,6 Persen
Dari sisi kinerja keuangan, RANS membukukan pendapatan sebesar Rp353,37 miliar pada 2025 atau turun 13,91 persen di bandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp410,49 miliar. Laba tahun berjalan juga mengalami penurunan 41,6 persen menjadi Rp56,69 miliar dari sebelumnya Rp97,07 miliar.
Meski demikian, Muhammar menilai penurunan tersebut masih dapat di pahami mengingat industri hiburan sangat di pengaruhi oleh dinamika pasar dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Keberhasilan Perusahaan Terbuka
“Investor tentu akan memperhatikan kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas dan profitabilitas yang berkesinambungan. Karena pada akhirnya, keberhasilan perusahaan terbuka tidak hanya di ukur dari tingginya antusiasme saat IPO, tetapi juga dari kemampuan menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham dalam jangka panjang,” katanya.
Raffi Ahmad Di Perkirakan Masih Menjadi Pemegang Saham Pengendali
Usai IPO, Raffi Ahmad di perkirakan masih menjadi pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan sekitar 62,93 persen. Perseroan juga menegaskan komitmen untuk mempertahankan struktur pengendalian selama tiga tahun setelah pencatatan saham perdana.
RANS di jadwalkan melaksanakan masa penawaran awal pada 23-25 Juni 2026, sedangkan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia di targetkan berlangsung pada 10 Juli 2026.
Pemain Industri Ekonomi Kreatif Nasional
Dengan model bisnis yang menggabungkan media, intellectual property, event, hingga teknologi, RANS berharap dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain industri ekonomi kreatif nasional yang berbasis ekosistem terintegrasi. (mg)







