Film Arwah Legong Angkat Mitos Roh Penari dan Teror Tari Sakral Bali
Jakarta — Film horor terbaru Arwah Legong siap menghantui layar bioskop 2026. Film ini dengan mengangkat mitos roh penari Legong yang di yakini menyatu dalam tarian sakral Bali. Oleh Karena itu, Kepercayaan tersebut menjadi inti cerita yang memadukan unsur budaya dan teror mistis.
Dalam kepercayaan masyarakat Bali, tari Legong bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan ritual sakral hingga sarat energi spiritual. Maka, Film Arwah Legong memanfaatkan kepercayaan ini sebagai latar kisah tentang munculnya arwah penari setelah sebuah tarian sakral di langgar pakemnya.
Teror demi teror muncul ketika roh penari di percaya bangkit dan menuntut penghormatan. Visual tari Legong yang indah di padukan dengan suasana mencekam khas film horor hingga membuat Arwah Legong tampil berbeda dari film horor kebanyakan.
Tak hanya menjual ketegangan, film ini juga menyelipkan pesan tentang pentingnya menghormati tradisi dan nilai budaya hingga yang di wariskan secara turun-temurun.
Arwah Legong biasanya merujuk pada istilah atau tema mistis yang berkaitan dengan tari Legong Bali—tarian klasik yang sakral dan lekat dengan unsur spiritual.
Dalam konteks budaya Bali:
Legong adalah tari tradisional yang dahulu di tarikan di lingkungan keraton, dengan gerak halus dan ekspresif.
Istilah “arwah” sering di kaitkan dengan roh leluhur atau entitas spiritual.

Film Arwah legong kerap di pahami sebagai roh penari legong atau
energi spiritual. Oleh Karena itu, Arwah Legong yang di yakini “menyatu” dalam tarian, terutama saat di pentaskan dalam konteks sakral atau ritual.








